Saturday, December 14, 2013

Serial Kontrakan Samping Masjid, Chapter 2 : kontrakan berbasis islami,entrepreneur, riset, organisatoris dan pecinta alam!!!


Matahari belum penuh sinarnya, belaian angin yang dingin masih menyeruak di sela-sela jendela, bau basah rumput gajah di balkon lantai tiga kreasi hujan semalam pun masih terasa…siluet gagah jejeran gunung di selatan tak lupa mengucap salam, bersiul riuh rendah burung2 kecil menambah gempita suasana. pagi yang indah, dipuncak musim hujan januari yang juga indah.. (biar kayak novel gitu awal ceritanya,hehe…)oke, sebenernya gw Cuma mau bilang kalo lantai 3 kontrakan adalah tempat yg paling presticius…why??becoz...dari situ lw bisa liat pemandangan yg keren abis tiap pagi, di belakang lw bisa liat jejeran gunung ungaran, sindoro, sumbing, merbabu, merapi sekaligus dan lw jg bisa liat tembalang raya dari atas sini, gak cuma itu, di depan kamar ada gazebonya juga lho…disitu tumbuh subur aneka tanaman (sbnrnya rumput gajah sih yg paling dominan, krn gak dirawat,hehe…), ada kolam ikan pula, seru gak tuh??dan di lantai 3 inilah gw tinggal, hiiihaaa..!! (tp skrg udah enggak, pindah lantai 2,hehe) jadi gw termasuk beruntung dulu, karena menjadi orang pertama yg bisa menikmati keindahan pemandangan menakjubkan dari atap kontrakan itu setiap hari, setiap pagi. walaupun apesnya jauh lebih banyak,hehe…apes kalo hujan gede selokan gazebo mampet kamar bisa kebanjiran, ketinggian air bisa mencapai lutut orang dewasa saudara2…(eh nggak dink becanda,hehe), terus jadi kuncen jemuran (tiap mendung tiba siap2 aja dpt sms “bro, amankan jemuran!!!” -__-“ ), atau gw harus ikhlas kamar gw jadi tempat transit jemuran2 yang belum kering sempurna (lw tau kan gimana bentuk dan aromanya?), tapi mungkin disinilah harmoninya...keindahan memang selalu didapat dengan jalan pengorbanan!! Asiiikk…. (#PengenMuntah.. :D)

Just skip it! By the way Beberapa diantara kami punya kesamaan, dan dari kesamaan2 inilah nama kontrakan ini tercetus (ada lagu mars’nya juga lho…keren kan? | biasa aja! | L )… “kontrakan berbasis islami, entrepreneur, riset, organisatoris, dan pecinta alam, hiiiihaaa!! Panjang banget yak kayak gerbong kereta, hehe…tapi nama inilah yg kami anggap paling representative. Islami karena ada banyak calon2 ustadz di  kontrakan ini, (aamiin..) merekalah garda depan agama ini (lebay..),haha…here is the first one : akhi bhagus ‘albanna’, kapasitasnya di dunia kerohisan kampus sudah tak perlu di gugat lagi, ditopang raut muka yang innocent, tutur kata yang meneduhkan kadang juga menidurkan dialah sosok ustadz idaman… jama’aaaahhh!! :D. Dengan kapasitasnya ini tak salah memang jika kontrakan menobatkannya sebagai menteri agama, (fyi : doi sekarang kerja sbg engineer di rekin, Jakarta dan kabarnya lulusan magister teknik kimia dan penggemar berat naruto ini sedang mencari “penasehat keuangan” pribadi, ahhayyy… :D ), selain akh bhagus masih banyak lagi yg lainya, mereka malang melintang di dunia kerohisan kampus, seperti dua bersaudara penyuka game monopoli “tingkat akut” (main monopoli kok sampe begadang…-__-“) Irsan dan Rian, nama pertama ternyata adalah mantan ketua rohis dijurusannya, sedangkan nama kedua tak disangka dan secara mengejutkan ternyata adalah sekum rohis di fakultasnya saudara2…hahaha, bukan cuma karena alasan itu nama islami kami catut, dalam keseharian kontrakan jg harus selalu berusaha islami , contohnya sholat di mushola samping kontrakan, walaupun gak ada paksaan, ikut agenda2 kajian apalagi pas ramadhan (nurussunnah dan al azhar biasanya jadi langganan karena dapet ifthornya gak pake rebutan,hahaha), oiya…kontrakan juga bebas asap alias no smoking area, kami sengaja menulis pesan tegas untuk yang satu ini... “jika anda ingin merokok, ke pom bensin saja!!!” :D

Representasi kedua adalah entrepreneur, rasanya gak salah nama ini kami masukan karena kontrakan penuh dengan para entrepreneur muda, potensial dan penuh karisma (ini berlebihan saudara2…) atau minimal mereka yg bermental entrepreneur lah ya…bahkan kontrakan sempat jadi markas dua bahkan tiga perusahaan sekaligus, oke here is : yang pertama adalah pambudi jaya group company, pemiliknya anton sri pambudi, pria ‘nyaris’ tampan asal klaten yang sebentar lagi jadi master kebijakan…dengan status : lajang, siap menikah. Deskripsi wajah : ganteng maksimal, (ariel noah..kalah!); kepribadian: sholeh, ulet, penyayang (terutama sm landak mini), (kurang baik apa coba tuh...tak promosiin bro,hahaha :D), dari awal karirnya sebagai pengusaha, sudah sekian usaha yang ia geluti dan kontrakan menjadi markas besarnya , yang pertama adalah mr.easy (delivery order), status : bangkrut, kedua server pulsa dipotronik, status : bangkrut, ketiga petshop landak mini status : berjuang agar tidak bangkrut dan terakhir kayaknya lagi buka unit usaha baru namanya dipowatch (jualan jam tangan)…luar biasa, bener2 calon mantu idaman ya? (tak promosiin lagi tu bro…jgn lupa komisi,hhaha). Perusahaan kedua adalah dipomilko, pada awal berdirinya usaha susu pasteurisasi ini sempat “numpang” titip showcase dan menjalankan aktivitas marketing di kontrakan, tapi karena sering dibajak, banyak cup susu yg tiba2 hilang akhirnya pindah tempat (nahh lhooo…??), pemiliknya adalah tri nugroho dan irsan adhiatama. (fyi : trinug skrg kerja di PTPN tegal sedangkan irsan baru aja lulus master teknik kimia dan galau milih kerja di PKT atau petrokimia, selain juga galau memilih siapa yg kelak jadi pendamping hidupnya…nahh ini!!! :D). Perusahaan ketiga adalah dipoflash (animasi flash media) dengan pemilik tunggal Muhammad bachtiar rifa’i, selain pengusaha, doi juga aktivis yg membahana di kampusnya…bisa dilihat dari macam2 gantungan medali penghargaan di depan pintu kamarnya,hahaha…(Cuma anak kontrakan yg tau :D), selain itu, kontrakan tanpa beliau “butiran debu” cuy…asiiikk, maksudnya kalo gak ada bachtiar kontrakan kotor mulu, bak mandi gk ada yg nguras dan ruang tengah gak ada yang nyapu, hahaha…harusnya medali depan pintu kamarnya nambah satu, “terajin di kontrakan”,zehahaha..oke skip, selain tiga perusahaan itu, kami juga sempat membuat usaha bersama, “budidaya lele”…dan alhamdulillah bangkrut seketika...but, ini udah cukup jadi bukti shahih kalo nama entrepreneur harus disematkan di kontrakan ini.

Riset, kronologinya nama ini muncul berkat kontribusi beberapa penghuni kontrakan yg aktip di lembaga riset fakultasnya, dan orang2 ini doyan banget yg namanya PKM, gak ngerti deh tuh kok bisa doyan gitu…bahkan utk kepentingan ini kamar mandi lantai 2 sempet jadi korbanya, karena dipake buat tempat nyimpen jamur lingzhi, semprulll…padahal ini kamar mandi favorit gw, tapi beberapa diantara mereka cukup membanggakan lahh di bidang ini, sebut saja Khafid the strider, penghuni paling “misterius” di kontrakan ini jd ketua forum studi di fakultasnya selain jg beberapa kali menang lomba riset2 gitu…ada lagi ikhwan, walaupun sering menjengkelkan karena hobinya tidur sembarangan, doi punya prestasi yg patut di acungi…satu jempol aja,hehe… beberapa lomba berhasil dimenangi, pernah jadi wakil universitas buat acara pimnas juga (gk tau deh tu menang apa enggak, kyknya sih enggak…gk ada traktiran soalnya :D), risetnya juga membahana, kalo dulu gw curi denger sih katanya mau bikin gula alternative dari bahan apaa gitu…gak ngerti juga (oke… fyi : ni orang sebenernya bukan penghuni asli kontrakan, tp karena saking seringnya ‘numpang’ tidur di kontrakan akhirnya dengan belas kasihan dan simpati yg dipaksakan kami adopsi doi jadi penghuni juga.. malang nian nasibmu nak!!!)..selain mereka berdua ada iqbal syaichurozi, nahhh…kalo yang satu ini emang hatinya udah tertambat ke riset. Bukti shahihnya apa lagi kalo bukan rentetan jurnal yg berhasil doi bikin dan publish internasional, yang gw tau sih ada 6 jurnal…bahkan salah satunya ada yg tembus EBSCO, padahal susah banget biar bisa tembus kesitu, bahkan dosen2 pun jarang yang bisa masukin jurnalnya kesitu…setelah lulus magister teknik kimia kemarin doi sekarang lagi berjuang ujian jadi dosen di salah satu universitas negeri di Indonesia. Oiya fyi juga khafid sekarang masih sangat misterius, datang dan pergi kontrakan tanpa diketahui persis strider penjaga hutan,haha…kabarnya setelah lulus master teknik mesin kemarin doi buka lapak dan jadi pengusaha di salatiga, kampungnya sedangkan ikhwan kerja di GS astra, karawang atau bekasi gitu lupa gw…   

Nahh…kalo organisatoris gak perlu di ceritain lagi deh alasanya, hampir semua…eh bukan hampir dink, semua gak pake hampir penghuni kontrakan adalah aktivis di kampus, di fakultasnya masing2…gw ambil 2 sampel aja biar tokohnya pada keluar satu-satu ya, yang pertama asep akmal aonulloh, dari luar memang terlihat kurang meyakinkan saudara2, sepertinya ni orang sering banget sakit2an... (emang iya,hahaha) ternyata di fakultasnya doi pernah jadi orang yang paling disegani, ketua BEM…karirnya di dunia per’aktipis’an kampus udah gk perlu diragukan dan digugat lagi (karena emang gw gak tau,mau gugat apa,hahaha…) karena karisma dan kapasitasnya inilah doi punya banyak penggemar, terutama dari kalangan pria-pria hidung belang…(lhooo…? :D). satu lagi nama, tak asing ditelinga, tak ada duanya, dia satu-satunya, yang paling membahana.. (apa lagi ya…ahh sudahlah) ridwan mansyur, gak perlu Tanya track record nya, gk perlu liat biodatanya, sekali lw ketemu liat mukanya lw bakal langsung ngira ni orang emang dilahirkan buat jadi aktivis… (mukanya aktivis banget broo.. :D), doi udah malang melintang bahkan guling2  “jumpalitan” di dunia per’aktipis’an kampus, sekali aja lw ngomong politik atau ngomong demokrasi indonesia, siap-siap aja diajak diskusi…ampe lw ngantuk sendiri pada akhirnya,hahahaha…gw sering jadi korbanya, doi pernah jadi ketua senat, kadept sospol, dll..(fyi : asep sekarang lagi s2 di bogor, sedangkan ridwan kerja di mana ya….lupa,hahaha :D)

Dan yang terakhir pecinta alam, ini sebenernya mendasar…karena basically, kami semua mencintai keindahan, kelembutan, kesetiaan, ketulusan…ya sebagaimana pria-pria idaman lah ya (nahh kan…pencitraan terang2an kalo ini :D), oke lupakan soal pria idaman,hehe…ada beberapa orang diantara kami yang suka banget yang namanya naik gunung, biasanya kami adain travelling bareng kalo lagi bête (nanti deh ada chapternya sendiri soal travelling bareng ini…) salah satu yg dilakukan adalah naik gunung, karena naik gunung itu refresh banget…yg pernah naik gunung pasti ngrasain banget kan ya, gimana refreshnya sehabis sampe di puncak, we can shout as loud as possible or cry as crazy as we want…pokoknya seru lah, alam jadi sahabat kita banget. Nahh…dan diantara penghuni kontrakan ini ada beberapa anak PA juga, gw mention satu aja namanya Budinto Arif… gw sebenernya blm pernah naik gunung bareng doi, tp katanya sih…katanya lho ya, jadi kalo katanya itu bisa bener bisa enggak, katanya nih (udah mulai stress…. -__-“) doi salah satu anggota pecinta alam di kampusnya (ya elahh..cm gitu doank), eh nggak…doi jg punya tenda, sandal gunung, peralatan naik gunung, slayer buat naik gunung (itu mah biasa kalii…) eh tunggu dulu…doi juga bisa gambar gunung... (gubrakkkkk…!@##$%%), hahaha…intinya tuh ya sebenernya diantara anak2 kontrakan gak ada yang bisa di kasih gelar pendaki professional, kalo naik gunung pasti style nya kayak gk mau naik gunung…contoh : naik gunung pake tas laptop, (dikira mau hotspotan…lw kira diatas gunung ada wifi tong!), pake sandal jepit beda warna yg bentar lagi putus bahkan sandal refleksi (sadis ni orang,haha…) bahkan ada yg gak pake sandal (ini udah mulai agak gila saudara2, don’t try this…) gw kadang minder dalam kondisi begitu papasan sama pendaki lain yg bawa carrier 70 litter, slayer terikat di kepala dengan mantapnya, langkah kaki juga pasti karena sandal eigger’nya baru beli, ingin rasanya teriak di depan si pendaki “mereka bukan temen gueeeee…!!” (padahal gw jg sama stylenya….jiahhh :D) tapi kadang yang gak biasa itu bisa punya lebih banyak cerita, (ntar ada bagiannya sendiri soal yang satu ini..) oiya fyi budi’anduk’ arif sekarang kerja di PJB, Jakarta…udah itu aja,hehe…

To be continued  

Friday, December 13, 2013

Serial Kontrakan Samping Masjid, chapter 1 : Prolog


Januari 2010, kampus gw pindah ke wilayah tembalang, anak2 undip biasa nyebut kampus tembalang ini kampus atas, ya karena memang kalo mau sampe ke kampus tembalang ini dari pusat kota semarang harus naik bukit dulu, namanya bukit gombel…(katanya sih ini bukit angker, sering banget kecelakaan terjadi di tanjakan curam yang jadi jalan utama kearah jogja solo ini, cerita soal ke’seram’annya nanti deh dibikin khusus di segmen misteri,hehe…) then, gak berapa jauh setelah tanjakan gombel ini ada patung pangeran diponegoro yang jadi gerbang masuknya kampus undip tembalang, tapi orang2 biasa nyebut patung bersejarah ini dengan sebutan patung kuda, gw gak tau sejarahnya gimana cuma kalo dipikir-pikir kasian pangeran diponegoro, ini monumen kan di bikin sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pahlawan yang jadi inspirasi nama kampus ini, kok yang terkenal malah kudanya…yang pahlawan siapa, yang terkenal siapa kan, kasian papi dipo…kalah saing sama kuda.

Kampus gw pindah, gw juga ikut pindah donk…nahh ini, satu episode hidup gw dimulai dari sini, yang dari episode itu ada banyak banget cerita yang kayaknya bakal susah buat dilupain, ceritanya macem-macem…suka, duka, heroik, sampe cerita-cerita absurd khas mahasiswa “ndableg” tumpah ruah disini…saat kampus pindah keatas gw tinggal bareng di sebuah rumah 3 lantai yang di kontrak bareng2 sekitar 20an orang, gak banyak cerita kenapa gw bisa sampe terdampar di rumah kontrakan yang sama sekali gak mirip rumah kontrakan pada awalnya ini, tempatnya di ngesrep timur IV no 10 A, masih sekitar patung kuda lahh…Tanya aja tukang cukur Madura pinggir jalan pasti tau. Kenapa gw bilang gak mirip rumah kontrakan? Oke, lu bayangin deh rumah yang 2 tahun gak dihuni, gak dirawat, dibiarin gitu aja sama yang punya bentuknya gimana. lebih mirip rumah-rumah tempat syuting di film horror Indonesia, bisa dibayangin kan? debu dimana-mana, sarang laba-laba merajalela, puing-puing perabot rumah tangga sampe bekas celana dalam bergelantungan seenaknya…tapi anehnya waktu itu gw mau aja tinggal di tempat kayak gitu, hehe…honestly, awalnnya gw diajak sama temen 1 jurusan buat ngontrak bareng, gw mau aja…karena memang gw orangnya gak suka yang ribet2 dan gak terlalu pilih2 soal tempat tinggal , paling males yang namanya pindah-pindah…ditambah lagi ini rumah murahnya bukan main, 1 kamar Cuma 1,4 juta, buat 2 orang jadi per orang Cuma bayar 700rb per tahun…murah gila, denger angka segitu gw udah gak sempet mikir kondusivitas tempat dan macem2nya, dimana lagi coba bisa dapet kost semurah itu buat mahasiswa di tembalang yang udah rame gila sekarang ini. Gw berani klaim ini kontrakan emang paling murah se semarang raya,hehe…kenapa bisa semurah itu? Lu pasti nanya gitu kan…gw jg gak tau persisnya, Cuma kalo premis anak-anak kontrakan sih karena emang rumah kontrakan ini udah 2 tahun gak dihuni dan terkenal ke’angker’annya, warga sekitar banyak cerita soal penampakan makhluk2 halus (gak ngerti sehalus apa tu makhluk) di rumah tiga lantai yang kita tempati, terutama cerita dari bu “sambel” (red : ibu penjual pecel samping kontrakan yg sambel sm nasinya saingan banyaknya, hahaha…tp skrg udh bangkrut gara2 harga cabe melonjak kala itu,kasian :’(… ), beliau sering cerita soal penampakan dan kengerian kontrakan, bukan Cuma bu “sambel”, bu “bakso”, bu “pecel”, bu “grogi” juga bercerita hal yang sama..(red : nama sengaja disamarkan demi kerahasiaan informan,hahaha…), dan memang selama tinggal di tempat itu kami banyak menemui fenomena2 ganjil, seperti bunyi orang mandi di tengah malam dan dini hari, atau hilangnya celana dalam di jemuran secara misterius, hahahaha… :D (lebih detailnya nanti deh dibuat chapter sendiri).

Selain ke”angker”anya yang membanggakan (lhoo..?), para penghuni kontrakan itu sendiri juga bisa di bilang lumayan membanggakan (biar pada seneng mereka…:D ), hampir seluruh penghuni kontrakan adalah aktivis kampus, gak sembarang aktivis, mereka juga rata2 memegang posisi penting di organisasinya masing2, tidak Cuma menonjol di dunia aktivis, secara akademik pun mereka cukup memuaskan…udah aktivis kampus, akademik bagus, sholeh2 lagi orangnya, subhanallah…calon mantu idaman!! (ini murni pencitraan saudara2,hahaha..). ada lagi yang unik, kontrakan ini dihuni oleh mereka dengan ragam pemikiran yang berwarna-warni, yang biasanya nih kalo di kampus atau luar itu pada berantem atau minimal adu komen adu mulut…di kontrakan ini kami hidup dengan rukun, (you know lah what I mean…) pada intinya, yeeee….dari sini ceritapun dimulai, inilah serial kontrakan samping masjid…HiiiiHaaaaaa!! 


to be continued……..

Thursday, December 5, 2013

Sajak Prajurit


Aku seperti angin
Datang tak diundang
Pergi tak diketahui

Menembus padang gemintang
Lalui deru pertempuran
Mendekat tak terlihat
Terasa saat tersentuh

Aku seperti halilintar
Menghajar tak tersadar
Gemuruh yang terlambat

Satu dua ledakan
Mampu kuciptakan
Seribu ketakutan
Mudah kutebarkan

Kala diri ditengah pertempuran
Diantara desing peluru
Gelegar artileri
Deru mesin perang

Satu yang kuingini darimu
Doakan mati datang kepadaku

..............

Semarang, 23 Agustus 2013

Cinta itu sederhana



Cinta itu sederhana
sesederhana bunyi pesanmu menanyakan kabarku waktu itu

cinta itu sederhana
seperti saat kita berjumpa, hening...tak ada sepatah kata, hanya bahagia, 
itu saja

cinta itu sederhana
tanpa senandung mesra atau seikat bunga, cukup sepertiga malam penuh do'a
untukmu, semoga selalu bahagia

cinta itu sederhana
ia terbang diantarkan angin
berharap sampai tepat saat mozaik-mozaiknya genap terangkai

cinta memang sederhana
tak perlu banyak kata, ia indah pada waktunya



Saturday, November 23, 2013

AKU DAN BUKU

Kesukaanku dengan buku saat ini barangkali tidak lepas dari pengalaman masa laluku yang intim dengan benda kotak beruas-ruas ini. Aku masih ingat ketika awal perkenalanku dengan buku bacaan pertama kali, saat itu usiaku mungkin belum genap 5 tahun. Terus terang aku suka menceritakanya kepada orang-orang karena bagiku cerita ini terdengar dramatis, maklum, aku memang tipe melankolis,hehe…:D berawal dari ketidaksengajaan, ibuku seorang pedagang warung kelontong, kalo yang belum tau definisi warung kelontong, ini sejenis warung yang daganganya macam2, mulai dari bumbu dapur sampai jajanan “bodoh” untuk anak-anak. nahh…biasanya setiap hari ibuku membeli kertas “kiloan” di pasar untuk bungkus bumbu dapur dan dagangan2 lain itu ketika dijual. Kertas2 ini biasanya berupa Koran bekas, tabloid usang, sampai majalah-majalah yang tanggalnya kadaluarsa. Dan dari kertas2 inilah awal perkenalanku yang istimewa dengan majalah bobo, anda tau majalah ini?? Inilah buku bacaan (berbentuk majalah) pertama yang aku kenal, selain iQro’ tentunya… Majalahnya masih kelihatan bagus walaupun beberapa halaman sudah ada yang sobek, jangan tanya tanggalnya. Sudah pasti out of date...:D tapi waktu itu aku belum bisa membaca, aku hanya melihat gambar2nya saja, bagiku gambar-gambar itu sangat menarik. ingin sekali rasanya mengerti bagaimana cerita anak kecil bertopi panjang, kelinci putih yang tampak selalu riang, negeri yang berwarna-warni yang ada didalam buku dan seterusnya. alhasil, sejak saat itu, setiap ibuku membeli kertas kiloan selalu aku bajak duluan, berharap majalah serupa aku dapatkan. Mungkin ada sebagian orang bertanya, kenapa tidak minta dibelikan saja, susah amat…justru disinilah sisi dramatisnya, waktu kecil aku bukan tipe perengek orang tua, jika tidak ditawari lebih dulu jarang sekali aku meminta. jangankan minta dibelikan buku, jajan bakso sunduk yang saban hari lewat depan rumah saja jarang sekali aku memintanya. Oiyaa…fyi, sebelum masuk SD aku tidak pernah masuk TK, tapi sejak kecil, kecil sekali.. aku sudah belajar mengaji di pondok ngaji dekat rumah, mungkin kalo sekarang bisa disebut TPQ. Jadi jauh sebelum kenal aksara latin, aku lebih dulu mengenal aksara arab. Sebelum mahir membaca majalah bobo, aku sudah harus mahir membaca iQro’ dan juz ‘amma. Jadi belajar aksara latin di usia 5 tahun secara otodidak bagiku adalah sisi dramatis yang lain..... :D

Saat SD tak ada kesan istimewa antara aku dan buku. Keintiman kami yang dramatis pada awalnya pun agak sedikit berkurang kadarnya. Dirumah, aku lebih sering disuruh “nderes” (memperbaiki bacaan) alqur’an daripada membaca buku bacaan. (ibuku memang religious,hehe...:D) Lagipula dirumah pun tak ada buku lain selain buku tulis, buku menulis tegak bersambung dan buku gambar. Karena di sekolah, buku paket tidak boleh dipinjam. Baru ketika hampir kelas 6 hubunganku membaik dengan buku bacaan. Saat itu aku senang sekali membaca buku sejarah peradaban dunia, geografi negara2 di dunia sampai bacaan pegetahuan tentang bumi dan planet – planet yang aku pinjam diam-diam dari pamanku yang kelas 2 SMP. (sampai sekarang buku2 itu masih aku simpan, dan kadang aku baca2 ulang). Dan baru setelah SMP lah kegemaranku membaca (lumayan) terfasilitasi. Aku anggap terfasilitasi karena di SMP ku tersedia perpustakaan, walaupun bukunya tak banyak, Aku bisa membaca sepuasnya disana, bisa dipinjam pula. Hebat betul SMP ku ini pikirku, haha…(dasar anak kampung) :D

Buku favoritku masih seputar geografi, sejarah dan bumi & antariksa, Saat itu aku belum begitu mengenal dan tertarik dengan dunia sastra. Oiyaa…ada yang menarik, saat SMP inilah aku bertemu dengan salah satu species benda kotak beruas-ruas yang diberi nama oleh penemunya “(cara mudah) belajar membuat robot”. First sight, aku langsung jatuh cinta. Jadilah pada saat SMP dulu cita-citaku bulat – ingin menjadi scientist robotic – ini istilah yang aku buat sendiri untuk menamai ilmuwan pembuat robot... (ngarang)

Ayat-ayat cinta adalah novel pertama yang aku baca (sampai habis). Sebelumnya belum pernah ada buku2 sastra yang kuat aku baca sampai lembar terakhir. Inilah awal mula aku menyukai buku2 sastra. Awal SMA kelas 2 tepatnya. Agaknya aku harus berterimakasih kepada kang abik untuk yang satu ini. saat aku baca waktu itu, AAC belum begitu terkenal, oknum yang membuat aku terpaksa membaca novel ini adalah siswa berinisial SM, ketua organisasi kerohanian di sekolah. Novel ini memang berisi perjuangan, selain juga kisah cintanya yang dramatis. Emang dasar melankolis, dengan sedikit promosi ala prospector MLM gampang saja rekomendasi itu aku turuti. Tapi bukunya memang bagus, aku ingat sekali waktu itu aku cuma butuh 2 malam saja untuk khatam seluruhnya, sampai testimoni2nya juga,haha… Nahh…sejak saat itu aku mulai rajin membaca novel, semua karya kang abik habis aku nikmati. Semuanya tentu hasil dari meminjam. Keuntungan buatku karena aku cukup mengenal sindikat siswa2 galau di sekolah pemilik buku2 novel sejenis itu. Galau…aku sebut demikian karena mau dinamakan apa lagi mereka, jika baru kelas 2 SMA saja bahasannya sudah tentang istri sholehah, akhwat idaman umat atau menikah di usia muda, dan bacaanya, pudarnya pesona Cleopatra, cinta suci zahrana...ecetraaaaa!!!! itu galau bukan namanya…??haha.. :D setelah itu, aku mulai mengenal banyak jenis karya sastra, trilogy lord of the rings-nya J.R tolkiens adalah yang berikutnya, Dan brown, donny dhirgantoro, asma nadia, helvy tiana rossa, WS Rendra, chairil anwar mulai akrab karya-karyanya aku baca. Dari membaca inilah aku mulai menulis cerita, dari cerpen sampai novelet. Tapi setelah ku baca ulang ternyata jelek semua hasilnya. Akhirnya aku putuskan berhenti saja,hahaha…. :D

Saat kuliah, adalah puncak dari semuanya. walaupun jarang sekali membeli buku (karena faktor budget), agaknya fasilitas untuk membaca buku sudah sangat memanjakan para peminatnya. bicara soal fasilitas, dimana-mana banyak tersedia. Membaca gratis tinggal ke perpusda atau perpustakaan2 lainnya, disana buku banyak macamnya, dari novel sampai yang aneh2 isinya pun ada. intinya saat kuliah buku mudah sekali didapat. Fasilitas ebook pun bisa diakses gratis, tinggal cari wifi gratis bisa sedot sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan waktu masih SMP atau SMA. Tapi justru semakin lengkap fasilitas, keintiman itu menjadi sedikit longgar, seperti perumpamaan lain sebuah hubungan, terlalu sering berjumpa pun kadang bisa memicu kerenggangan. Walaupun masih suka membaca tapi dari waktu ke waktu kadarnnya semakin menurun saja. Indeed…Semangat membaca kadang ada pasang surutnya juga.   

Beberapa bulan yang lalu aku diajak seorang teman untuk membantu inisiasi sebuah perpustakaan umum (mini) untuk para peminat buku. Konsepnya sederhana, orang2 yang punya buku dan sudah selesai membaca buku2nya bisa meminjamkannya kepada mereka yang suka membaca buku tapi tidak bisa membeli buku, Saling pinjam buku intinya. Buatku ini menarik. dan konsepnya sangat realistis. Ditambah lagi, aku memang menyukai buku dan dengan itu akupun bisa terfasilitasi. Kemudian aku beri saja masukan agar dibuat komunitas karena alasan pasang surut semangat yang aku jelaskan diatas, barangkali masalah itupun bisa ketemu jawabanya. Finally…baru beberapa minggu kemarin komunitas itu diresmikan. Terus terang aku menaruh apresiasi yang tinggi kepada mereka semua, pegiat-pegiat serta anggota-anggotanya. Aku ingat satu uraian data yang sempat di paparkan salah satu pegiat taman baca waktu peresmian komunitas tersebut bahwa tingkat membaca masyarakat kita sangat rendah ternyata. Angkanya 1:1000 atau dari 1000 orang manusia di negeri ini cuma satu yang baca buku. Agak kaget juga. Artinya adalah sebuah tanggung jawab moral tentunya untuk aku secara pribadi sebagai salah satu diantara mereka yang paling tidak lumayan suka membaca buku dan mengetahui data tersebut untuk ikut ambil bagian meningkatkan angka statistic yang mencemaskan itu. Siapapun tau membaca punya dampak yang besar. Bahkan ada ungkapan jika bangsa yang besar adalah bangsa yang penduduknya gemar membaca. Jadi jika penduduk negeri ini gemar membaca insya Allah bangsa kita ini akan jadi bangsa yang besar.  Ini juga salah satu alasan betapa respect dan tingginya apresiasiku untuk para pegiat2 itu, karena aku yakin betul tak banyak yang berfikir sampai jauh kesana…standing ovation for you all!!!

Akhirnya aku berharap, keintimanku dengan makhluk beruas-ruas ini tak akan pernah berlalu, bahkan semakin hangat dari waktu ke waktu. disamping semakin banyaknya anak-anak muda yang sadar betapa pentingnya budaya membaca ini ditingkatkan sampai pada generasi berikutnya, jadi paling tidak ada harapan bangsa ini bisa maju...mulai dari membaca buku :)   
Salam Pecinta Buku….!!!! 


Rumah Belajar Harapan Sahabat Tenggang (ikhlas berbagi untuk masa depan)

Rumbel Harapan Sahabat Tenggang adalah kegiatan sosial di bidang pendidikan dan pembinaan karakter anak yang diinisiasi oleh sekumpulan anak muda di semarang. Lokasi kami berada di dusun tenggang, kelurahan tambakrejo, kaligawe, semarang...

Lokasi dusun yang berada di pesisir membuat tempat ini akrab dengan bencana Rob, saking akrabnya kejadian yang kita anggap sebagai bencana ini sudah tidak lagi dianggap sebagai sebuah bencana oleh warga sekitar (harmony with disaster), padahal jika Rob datang, ketinggianya bisa mencapai lutut orang dewasa dan merendam sebagian besar rumah warga, bahkan menurut penuturan warga tiap beberapa tahun jalan dan rumah mereka harus ditinggikan jika tidak ingin terendam terus2an, sehingga jangan kaget jika saat berkunjung kesana anda akan banyak menjumpai rumah yang lantainya berada dibawah permukaan jalan. persoalan tidak sampai disitu, Rob yang datang pun biasanya satu paket dengan sampah, perilaku warga yang biasa membuang sampah seenaknya di bantaran sungai atau di belakang rumah2 mereka memberi konsekuensi kiriman sampah yang melimpah saat rob datang. jenis sampah ini beraneka ragam mulai dari sampah rumah tangga (plastik kaleng dkk) sampai "sampah" manusia produksi toilet2 portable yg tersebar di sepanjang sungai. dan yang mengkhawatirkan adalah jika rob datang atau saat sungai tenang anak-anak biasa berenang riang bersama-sama disana tanpa tau bahayanya.

Selain masalah Rob, terdapat masalah lain yang juga khas wilayah pesisir yakni masalah sosial dan pendidikan, utamanya untuk anak dan remaja. cukup banyak anak2 disana yang putus sekolah saat lulus SMP, alasannya beragam mulai dari tak ada biaya sampai karena memang tidak berminat sekolah. kondisi ini praktis memunculkan masalah sosial khas remaja akibat pergaulan yang tak terjaga, banyak remaja tanggung (usia SMP) yg sudah mengenal drugs dan kawan2nya, satu kejadian unik saat kami menanyakan perihal siapa idola mereka, beberapa anak menjawab kompak "genji" (tokoh dlm film crows zero), anda tentu tau bukan siapa orang ini, intinya secara tersirat kami menangkap bahwa kekerasan sudah menjadi bagian hidup mereka, faktor perhatian dan bimbingan dari orang tua yang kurang juga menjadi poin lainya....tentu ini mencemaskan. namun disisi yang berbeda ternyata ada harapan yang terpendam disana, menunggu untuk dimunculkan, tidak sedikit juga anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi dan kemauan untuk berprestasi. tapi mereka kurang terfasilitasi, mereka kurang akses pengetahuan dan bimbingan, dan mereka tidak memiliki lingkungan yang kondusif untuk menjaga semangat dan mimpi2nya. berangkat dari sana, Rumah belajar harapan sahabat tenggang mencoba untuk menjaga harapan2 itu tetap ada, kami berusaha memfasilitasi anak-anak tersebut suasana dan lingkungan yang baik, akses pengetahuan, pendidikan karakter (utamanya cinta lingkungan) serta menjaga semangat mereka terus ada...untuk mencapai tujuan2 tersebut ada beberapa kegiatan yang kami lakukan diantaranya, kegiatan rutin belajar bersama 2 kali dalam seminggu, membuat perpustakaan mini untuk anak2, kelas bakat dan konseling, serta kegiatan2 lain yang bersifat event setiap bulannya...dalam menjalankan kegiatan, kami dibantu oleh volunteer2 yang luar biasa sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa sisanya adalah anak muda sekitar dusun, tak ada yang bisa kami ucapkan selain penghargaan yang sebesar2nya untuk mereka, ikhlas berbagi tanpa imbalan materi...salute!

Akhir kata sebenrnya tidak banyak yang bisa kami berikan untuk mereka, anak-anak dusun tenggang yang ceria, apa yang kami lakukan adalah bentuk sumbangsih yg tak seberapa dan mungkin kecil dampaknya, tapi kami percaya bahwa sekecil apapun harapan, ia harus tetap dijaga... ikhlas berbagi untuk masa depan!!!



Rumah Belajar Harapan Sahabat Tenggang
Sekretariat : Dusun tenggang Rt03 Rw01, kelurahan tambakrejo, kaligawe, Semarang (rumah pak sudiasto)
cp humas : Enra (085726062996) isti (085723544461)
FP facebook : Rumah Belajar Harapan "sahabat tenggang"
twitter : @sahabatpulauSMG
website : http://www.sahabatpulausemarang.com

Donasi : BNI  0301437347  an. Suwandi Bn Duladi 
*donasi bisa berupa uang, buku atau lainnya